Banjarbaru, 12 Januari 2026 — Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Banjarmasin menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, pada Senin (12/1). Kunjungan ini menjadi momentum strategis dalam penguatan peran Poltekkes sebagai institusi pendidikan vokasi pencetak tenaga kesehatan unggul dan siap kerja.

Kedatangan Wakil Menteri Kesehatan disambut langsung oleh Plt. Direktur Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Dr. Junaidi, SKM., MS, bersama dosen dan mahasiswa. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan dr. Diauddin, M.Kes, Kepala BBLKM Banjarbaru Budi Santoso, S.KM., MPH, Plt. BKK Kelas I Banjarmasin M. Rasyid Ridha, SKM., MKL, Kepala LAPFK Banjarbaru Yuni Irmawati, SKM., MA, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan  Nur Fajri SE serta unsur pimpinan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang meliputi para Wakil Direktur, Kepala Subbagian, dan Kepala Pusat.

Hadir pula unsur pimpinan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan, Kepala UPT Instalasi Farmasi, Kepala UPT BKOM, Kepala UPT Krisis dan Epidemi Kesehatan, serta Kepala Bapelkes.

Kegiatan diawali dengan sambutan Plt. Direktur Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang menyampaikan gambaran peran dan komitmen institusi dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan Wakil Menteri Kesehatan serta sesi tanya jawab bersama mahasiswa dan perwakilan instansi terkait. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana santai, dialogis, dan penuh kekeluargaan.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa Poltekkes Kemenkes didesain untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja dan memiliki kompetensi yang kuat. Menurutnya, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memiliki peranan penting sebagai pencetak tenaga kesehatan unggul yang mampu langsung berkontribusi dalam mendukung sistem pelayanan kesehatan.

“Poltekkes Kemenkes harus melahirkan lulusan yang siap kerja, kompeten, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Wamenkes.

Lebih lanjut, Wamenkes menyoroti peluang besar bagi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin seiring implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan tenaga gizi dan tenaga kesehatan lingkungan sebagai prasyarat operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Oleh karena itu, peluang tersebut didorong untuk direspons melalui penyesuaian dan penambahan kuota mahasiswa pada jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru).

Peningkatan kebutuhan tenaga gizi dan kesehatan lingkungan merupakan peluang strategis. Poltekkes diharapkan mampu menyiapkan lulusan yang cukup secara jumlah dan unggul secara kompetensi.

Selain itu, Poltekkes Kemenkes sebagai lembaga pendidikan vokasi di bidang kesehatan merupakan aset penting dalam penyediaan tenaga teknis kesehatan di lapangan, khususnya untuk mendukung pelayanan kesehatan primer dan program prioritas nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan juga mendorong penguatan peran Dinas Kesehatan kabupaten/kota melalui kerja sama lintas sektor, terutama dalam pengadaan alat respiratori sebagai upaya penurunan angka Tuberkulosis (TBC). Penguatan sarana prasarana, ketersediaan alat, serta perencanaan pemberian insentif bagi tenaga teknis kesehatan di daerah dinilai menjadi langkah penting yang perlu disinergikan.

Kunjungan kerja ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan vokasi kesehatan dalam mewujudkan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas, kompeten, dan berdaya saing.



Dokumentasi Kegiatan